Hello good readers, tidak terasa 3 bulan sudah proses seleksi CPNS berlangsung dari bulan Oktober 2018 hingga Desember 2018 dan Akhirnya usai juga setelah adanya pengumuman akhir Pemanggilan Calon Pegawai Negeri pada tanggal 27 Desember melalui website cpns.kemenkumham.go.id sebagai tanda berakhirnya rangkaian seleksi CPNS Kemenkumham 2018.
Jadi apa nih yang bakalan saya bagikan pada tulisan kali ini?
well, sesuai dengan judulnya, kali ini saya akan membagikan kisah mengenai
" Behind The Scenes Saya Mengikuti Seleksi CPNS Kemenkumham 2018"
noted : tulisan ini saya buat semata-mata untuk berbagi kepada para membaca, dengan harapan dapat memberikan manfaat, hikmah, dan pelajaran InshAllah.
Menjadi seorang ASN bukanlah cita-cita hidup saya, bahkan tidak pernah
terpintas sedikitpun. Sore itu seorang teman memberikan informasi melalui group WA tentang adanya pembukaan seleksi CPNS tahun 2018, pesan itu saya baca saat saya sedang menjemput Ibu dan kakak perempuan saya di pasar, iseng-iseng saya menceritakannya kepada mereka. Mengetahui hal tersebut ibu saya ingat dengan anak dari temannya berjualan di pasar yang sudah menjadi PNS, begitu juga kakak saya yang masih ingat dengan beberapa teman PNS saya yang pernah singgah di kediaman saya. Berangkat dari situ kakak dan ibu saya menyarankan saya untuk mencobanya juga. Sedangkan saya hanya bisa senyum mendengar saran bernada memaksa dari mereka.
terpintas sedikitpun. Sore itu seorang teman memberikan informasi melalui group WA tentang adanya pembukaan seleksi CPNS tahun 2018, pesan itu saya baca saat saya sedang menjemput Ibu dan kakak perempuan saya di pasar, iseng-iseng saya menceritakannya kepada mereka. Mengetahui hal tersebut ibu saya ingat dengan anak dari temannya berjualan di pasar yang sudah menjadi PNS, begitu juga kakak saya yang masih ingat dengan beberapa teman PNS saya yang pernah singgah di kediaman saya. Berangkat dari situ kakak dan ibu saya menyarankan saya untuk mencobanya juga. Sedangkan saya hanya bisa senyum mendengar saran bernada memaksa dari mereka.
Seorang ibu yang yang dengan segala keterbatasannya berjuang sendirian agar anaknya dapat mengenyam pendidikan di bangku perkuliahan dan mendambakan anaknya bisa bekerja di suatu perusahaan yang profit, memiliki jam kerja yang pasti dan memperoleh gaji setiap bulan, lebih-lebih berseragam, WoooW how proud She is. Dihadapkan dengan sorang anak yang memiliki passion wirausaha mendambakan agar suatu saat ilmu yang didapatkan pada saat kuliah mampu membantu membesarkan bisnis ibunya, meneruskan usahanya dan menikmati hidup dalam kebersamaan keluarga. (So, you get the point Readers ?).
Obrolan iseng yang akhirnya membuat saya dipaksa untuk mengikuti seleksi CPNS tersebut membuat saya sedikit terganggu, oh iya waktu itu saya sudah bekerja sebagai seorang manager sebuah Cafe dan itu juga saya lakukan juga semata-mata mengikuti kemauan Ibu saya agar tidak ngisin-ngisini (malu - maluin), lulusan kuliah masa ngannggur, terus malah dompleng ibunya ikut jualan dipasar (betapa kejamnya anggapan tetangga itu -_-).
Menurut kalian bagaimana perasaan Ibu saya bila saya terus memaksakan kehendak saya, sedangkan background ibu saya yang notabene hidup di kampung pelosok, tidak pernah mengenyam pendidikan bahkan SD sekalipun. Beliau tumbuh dan besar dengan paham, idealisme dan pemikiran di tempat itu dari orok hingga kini. (maaf sebelumnya, saya tidak bermaksud merendahkan My lovely Mom who I love Her more than She Know). Saya hanya ingin menggambarkan betapa memberikan sebuah pemahaman mengenai apa yang saya cita-citakan kepada Ibu saya, bukanlah suatu hal yang mudah.
Hanya adan 2 pilihan, saya tetap kekeuh terhadap apa yang saya cita-citakan dengan konsekwensi ibu saya pura-pura menerimanya, namun menyimpan kekecewaan yang mendalam terhadap saya, menanggung rasa malu atas omongan orang, dan siap dicomplaint Oleh keluarga besarnya, dipaido bahkan dianggap gagal mendidik anaknya. dan akhirnya tumbang dan jatuh sakit..!
Jangan pesimis dulu dong belum tentu ibu kamu akan seperti itu. Saya sudah pernah mengalaminya, punya usaha jual beli melalui online marketing dengan omset dan income yang tidak kalah dengan de gaji rata-rata para pegawai. Mungkin secara materi saya memperolehnya, namun membanggakan orang tua ternyata belum..! beliau selalu menyampaikan harapannya kepada saya melalui kata-kata sentilan sederhana yang begitu lugu mengenai profesi anak dari teman-temanya di pasar yang menjadi polisi, guru, pramugari, dan sebagainya. pernah suatu waktu ada seorang tetangga nyeletuk "Anane mung nang omah ora nyambut gawe kok iso tuku weno-werno, ojo-ojo tiru sing ora-ora, ngingu Tuyul...!"
What....! kata-kata itu sampai di telinga ibu saya dan apa yang terjadi terjadilah.
Pilihan yang kedua yaitu mengikuti keinginan dan cita-cita Ibu, membahagiakan beliau, membanggakan beliau, dan tentu saja dengan harapan beliau sehat selalu dan senantiasa diberikan umur panjang yag penuh berkah. Amin.
Ya, option kedua lah yang akhirnya saya pilih. Saya pikir permintaan orang tua saya bukanlah untuk melarang saya beribadah, atau meniggalkan keyakinan saya, jadi kalau memang saya bisa, mampu, dan sanggup memenuhi harapan beliau kenapa tidak? Toh apa yang menjadi harapan Ibu saya bukanlah hal yang buruk atau berniat mencelakakan anak kesayangannya. Rasa-rasanya sayalah yang dididik dan disekolahkan jadi kalau saya sampai belum bisa menghadapi permasalahan yang begitu prisipil ini mungkin saya perlu sekolah lagi hehee. Udah lah Birulwalidain...!
Bukankah selama ini beliaulah yang berjuang untuk saya, menuruti segala keinginan saya, memenuhi segala kebutuhan saya dari saya kecil hingga dewasa, dengan penuh pengharapan dan cita-cita bahwa suatu saat anaknya bisa menjadi sosok yang didambakan beliau. Apakah itu salah? I don't think so.
Oke, mungking sekarang saatnya saya membalas apa yang telah beliau korbankan meskipun hingga nyawa ini keluar dari jasadnya, kebaikan dan jasa seorang ibu tak akan pernah mampu terbalaskan. (khotbah mode on)
Oke, mungking sekarang saatnya saya membalas apa yang telah beliau korbankan meskipun hingga nyawa ini keluar dari jasadnya, kebaikan dan jasa seorang ibu tak akan pernah mampu terbalaskan. (khotbah mode on)
Fix saya putuskan untuk membuka web SCCN.BKN.go.id dan melakukan pendaftaran. pada awalnya saya masih merasa agak terpaksa, bahkan cenderung merasa repot dengan segala persyaratan yang harus saya upload tapi sekali lagi "birulwalidain" for you Mom.
curhat sedikit, sebenernya ya saya gak gitu-gitu banget waktu masa pendidikan baik di sekolah maupun kuliah, saya cukup punya nilai afektif dan keaktifan dalam organisasi, terbukti dengan dipilihnya saya sebagai pengurus OSIS waktu SMP, ketua disalah satu organisasi di SMA dan juga sebagai staf BEM dan ketua UKM saat saya kuliah, saya suka birokrasi dan keteraturan tapi mungkin waktu itu idealisme saya masih tinggi tanpa mempertimbangkan harapan orang tua saya.
Seperti yang sudah pernah saya sampaikan di tulisan sebelumnya Pengalaman Seleksi CPNS Kemenkumham 2018 pada tanggal 19 Oktober itu saya kira saya tidak masuk sebagai peserta yang lolos tahap registrasi hinggal berakibat fatal saya tidak belajar sama sekali sampai hari H pelaksanaan SKD yang dilaksanakan tgl 26 Oktober. Ibu saya waktu sempat marah dan kecewa bagaimana mungkin saya sampai teledor di tahap registrasi, Everithing is posible Mom. tapi ternyata saya lolos ke tahap SKD padahal saya ada sedikit rasa seneng lho pas saya kira saya gak lolos registrasi itu hahaa (tertawa jahat).
SKD oh SKD, datang tak di undang, ngerjain bikin gemetar. sebenernya perasaan saya waktu datang tes SKD itu campur aduk, bukan masalah takut gak lulus, tapi takut kalau-kalau nilai saya Jeblok kan malu-maluin almamater saya, kalau gak lulus banyak temennya tapi kalau nilainya terendah betapa malangnya saya hahahaa.... datang sebatang kara dan lingak linguk gak punya teman, berbekal sepatu tetangga yang saya pinjam (sepatu saya saya tinggal di kantor), dan dresscode hitam putih bekas seragam semasa kuliah, kurang tidur karena malam sebelumnya saya main bulutangkis sampai jam setengah 2 dini hari. dan tiba-tiba ditodong untuk SKD. kalian yang baca tulisa saya sebelumnya pasti tahu ham 4 dini hari saya pergi kemana.
My first friend yang saya ajak kenalan disana namanya Muhtar lagi mainin pita biru ditarik gitu jadi pada mbrudul kayak rambut mak lampir,
"mas kok pada bawa pita biru buat apa ya?"
"loh emang itu kan persyaratannya emang kamu belum baca pengumumannya?"
Duh, mati aku tambah kelihatan betapa saya gak ada persiapan. padahal jam 2 dini hari email masuk dan baru sempat saya baca pas jam 4 pagi, malahan ada kasus email undangan tes SKD masuk pukul 9 pagi 12 siang, bahkan jam 5 sore padahal tesnya sesi 1 pukul 08.00, sedangkan saya menerima email itu sebelum pelaksanaan SKD dimulai meskipun dihari yang sama. Saya berandai andai, kalau saja email yang masuk itu jam 12 siang, atau jam 5 sore, mungkin nama saya tidak akan berada di jajaran CPNS kemenkumham.
"mas pitane buat aku wae mas" (menunjuk pita yang mbrudul itu)
kemudian teman di samping muhtar, ntah siapa namanya saya lupa.
"nyoh mas, pake ini aja aku masih sisa nih"
Alhamdulilah, dari situlah awal pertemanan saya dan mendapat teman lain lagi sekitar 12-an orang, saya cuma ingat beberapa nama, ada Wega, Galang,Sahid, Rizki, Arif da Muhtar itu sendiri.
11,5 jam sudah saya menunggu giliran tes SKD CAT, yang penuh drama ini hahaa, badan udah lemes, capek, ngantuk, gak konsen. untung ada teman-teman yang seru yang bisa mengusir kejenuhan.
sebenernya udah kepikiran mau pulang aja gitu sih tp kok teman-teman aku ajak pulang pada gak mau, pada istiqomah mereka mah buat nunggu giliran hehee.
beberapa diantara teman kenalan saya ada yang sudah selesai mengerjakan CAT dan gak ada yang lulus PG. Saya jadi makin takut penasaran seperti apa ya kira-kira soalnya.
Tibalah giliran saya mengerjakan pada pukul 19.30-an WIB dan kalian tau kan hasilnya seperti apa, lulus PG dengan Score 340. kalian tau kondisi yang terjadi waktu itu?
sisa waktu menunjukkan 7 menit dan masih ada 12 dosl TIU kosong, 10 TKP kosong. tapi saat membaca soal-soal yang belum terjawab tersebut saya sudah punya gambaran jawaban yang mana yang paling relevan untuk saya pilih. jadi saya menggunakan waktu singkat itu untuk fokus ke soal-soal yang belum terjawab. di soal TIU ada beberapa butr soal cerita saya tidak membaca isi artikelnya tapi saya langsung ke soalnya terlebih dahulu, membaca pilihan gandanya, kalau ada yg bisa langsung saya simpulkan jawabannya langsung saya klik, kalau tidak baru saya skimming.
ada salah satu taman disamping saya yang masih belum selesai mnegerjakan padahal sisa waktu tinggal 2 menit sedangkan kalau dia belum selesai saya tidak bisa keluar dari bangku tempat duduk saya, soalnya saya duduk di baris paling tengah,
"udah mas kurang 2 menit doang klik selesai aja"
"bentar mas masih was was ini" jawab dia
"waelah mas 2 menit lagi apa yang bisa kita perbuat, emang 2 menit bisa merubah dunia" wkwkwk.... candaku kepada dia.
"ya udah deh mas" klik dan dia lulus PG "yah kok minim banget nilainya" tambah dia
-___- yaAllah mas udah lulus aja udah bersyukur, pikirku dalam hati.
Saya sempat bertemu dengan beberapa teman kenalan yang juga sama-sama baru selesai mengerjakan SKD CAT, beberapa dari mereka curhat bahwa ini tes yang ketiga kalinya tapi kok gak lulus, ada juga yang curhat kalau dia sudah meluangkan waktu 1 tahun untuk belajar materi SKD, setiap harinya dia menyisihkan waktu 2 jam untuk belajar. YaAllah segitunya banget, betapa disitu saya merasa Allah begitu baik dan sayang sama saya, memberikan kesempatan saya untuk bisa ikut SKD dan lulus PG meskipun nilai saya tidak tinggi-tinggi banget mungkin karena faktor tidak belajar sama sekali tapi saya berusaha mngerjakan dengan sungguh-sungguh, demi Ibu.
Kini saya pahan dan kembali merasakahn bahwa ridho Allah benar-benar ada pada ridho rang tua.
Mungkin segitu dulu cerita dari saya, insyaAllah nanti saya lanjut ke Behind The Scenes Saya Mengikuti Seleksi CPNS Kemenkumham 2018 part 2 ya, bagaimana saya akhirnya masuk 3 kali formasi untuk mengikuti SKB dan wawancara, kenapa setelah itu saya memiliki passion untuk belajar dan bisa memperoleh nilai tertinggi SKB tilok jateng.
segitu dulu ya, semoga bermanfaat.
kalau ada yang ditanyakan bisa ditulis di kolom komentar ya. ^_^
Salam Pengayom.
curhat sedikit, sebenernya ya saya gak gitu-gitu banget waktu masa pendidikan baik di sekolah maupun kuliah, saya cukup punya nilai afektif dan keaktifan dalam organisasi, terbukti dengan dipilihnya saya sebagai pengurus OSIS waktu SMP, ketua disalah satu organisasi di SMA dan juga sebagai staf BEM dan ketua UKM saat saya kuliah, saya suka birokrasi dan keteraturan tapi mungkin waktu itu idealisme saya masih tinggi tanpa mempertimbangkan harapan orang tua saya.
Seperti yang sudah pernah saya sampaikan di tulisan sebelumnya Pengalaman Seleksi CPNS Kemenkumham 2018 pada tanggal 19 Oktober itu saya kira saya tidak masuk sebagai peserta yang lolos tahap registrasi hinggal berakibat fatal saya tidak belajar sama sekali sampai hari H pelaksanaan SKD yang dilaksanakan tgl 26 Oktober. Ibu saya waktu sempat marah dan kecewa bagaimana mungkin saya sampai teledor di tahap registrasi, Everithing is posible Mom. tapi ternyata saya lolos ke tahap SKD padahal saya ada sedikit rasa seneng lho pas saya kira saya gak lolos registrasi itu hahaa (tertawa jahat).
SKD oh SKD, datang tak di undang, ngerjain bikin gemetar. sebenernya perasaan saya waktu datang tes SKD itu campur aduk, bukan masalah takut gak lulus, tapi takut kalau-kalau nilai saya Jeblok kan malu-maluin almamater saya, kalau gak lulus banyak temennya tapi kalau nilainya terendah betapa malangnya saya hahahaa.... datang sebatang kara dan lingak linguk gak punya teman, berbekal sepatu tetangga yang saya pinjam (sepatu saya saya tinggal di kantor), dan dresscode hitam putih bekas seragam semasa kuliah, kurang tidur karena malam sebelumnya saya main bulutangkis sampai jam setengah 2 dini hari. dan tiba-tiba ditodong untuk SKD. kalian yang baca tulisa saya sebelumnya pasti tahu ham 4 dini hari saya pergi kemana.
My first friend yang saya ajak kenalan disana namanya Muhtar lagi mainin pita biru ditarik gitu jadi pada mbrudul kayak rambut mak lampir,
"mas kok pada bawa pita biru buat apa ya?"
"loh emang itu kan persyaratannya emang kamu belum baca pengumumannya?"
Duh, mati aku tambah kelihatan betapa saya gak ada persiapan. padahal jam 2 dini hari email masuk dan baru sempat saya baca pas jam 4 pagi, malahan ada kasus email undangan tes SKD masuk pukul 9 pagi 12 siang, bahkan jam 5 sore padahal tesnya sesi 1 pukul 08.00, sedangkan saya menerima email itu sebelum pelaksanaan SKD dimulai meskipun dihari yang sama. Saya berandai andai, kalau saja email yang masuk itu jam 12 siang, atau jam 5 sore, mungkin nama saya tidak akan berada di jajaran CPNS kemenkumham.
"mas pitane buat aku wae mas" (menunjuk pita yang mbrudul itu)
kemudian teman di samping muhtar, ntah siapa namanya saya lupa.
"nyoh mas, pake ini aja aku masih sisa nih"
Alhamdulilah, dari situlah awal pertemanan saya dan mendapat teman lain lagi sekitar 12-an orang, saya cuma ingat beberapa nama, ada Wega, Galang,Sahid, Rizki, Arif da Muhtar itu sendiri.
11,5 jam sudah saya menunggu giliran tes SKD CAT, yang penuh drama ini hahaa, badan udah lemes, capek, ngantuk, gak konsen. untung ada teman-teman yang seru yang bisa mengusir kejenuhan.
sebenernya udah kepikiran mau pulang aja gitu sih tp kok teman-teman aku ajak pulang pada gak mau, pada istiqomah mereka mah buat nunggu giliran hehee.
beberapa diantara teman kenalan saya ada yang sudah selesai mengerjakan CAT dan gak ada yang lulus PG. Saya jadi makin takut penasaran seperti apa ya kira-kira soalnya.
Tibalah giliran saya mengerjakan pada pukul 19.30-an WIB dan kalian tau kan hasilnya seperti apa, lulus PG dengan Score 340. kalian tau kondisi yang terjadi waktu itu?
sisa waktu menunjukkan 7 menit dan masih ada 12 dosl TIU kosong, 10 TKP kosong. tapi saat membaca soal-soal yang belum terjawab tersebut saya sudah punya gambaran jawaban yang mana yang paling relevan untuk saya pilih. jadi saya menggunakan waktu singkat itu untuk fokus ke soal-soal yang belum terjawab. di soal TIU ada beberapa butr soal cerita saya tidak membaca isi artikelnya tapi saya langsung ke soalnya terlebih dahulu, membaca pilihan gandanya, kalau ada yg bisa langsung saya simpulkan jawabannya langsung saya klik, kalau tidak baru saya skimming.
ada salah satu taman disamping saya yang masih belum selesai mnegerjakan padahal sisa waktu tinggal 2 menit sedangkan kalau dia belum selesai saya tidak bisa keluar dari bangku tempat duduk saya, soalnya saya duduk di baris paling tengah,
"udah mas kurang 2 menit doang klik selesai aja"
"bentar mas masih was was ini" jawab dia
"waelah mas 2 menit lagi apa yang bisa kita perbuat, emang 2 menit bisa merubah dunia" wkwkwk.... candaku kepada dia.
"ya udah deh mas" klik dan dia lulus PG "yah kok minim banget nilainya" tambah dia
-___- yaAllah mas udah lulus aja udah bersyukur, pikirku dalam hati.
Saya sempat bertemu dengan beberapa teman kenalan yang juga sama-sama baru selesai mengerjakan SKD CAT, beberapa dari mereka curhat bahwa ini tes yang ketiga kalinya tapi kok gak lulus, ada juga yang curhat kalau dia sudah meluangkan waktu 1 tahun untuk belajar materi SKD, setiap harinya dia menyisihkan waktu 2 jam untuk belajar. YaAllah segitunya banget, betapa disitu saya merasa Allah begitu baik dan sayang sama saya, memberikan kesempatan saya untuk bisa ikut SKD dan lulus PG meskipun nilai saya tidak tinggi-tinggi banget mungkin karena faktor tidak belajar sama sekali tapi saya berusaha mngerjakan dengan sungguh-sungguh, demi Ibu.
Kini saya pahan dan kembali merasakahn bahwa ridho Allah benar-benar ada pada ridho rang tua.
Mungkin segitu dulu cerita dari saya, insyaAllah nanti saya lanjut ke Behind The Scenes Saya Mengikuti Seleksi CPNS Kemenkumham 2018 part 2 ya, bagaimana saya akhirnya masuk 3 kali formasi untuk mengikuti SKB dan wawancara, kenapa setelah itu saya memiliki passion untuk belajar dan bisa memperoleh nilai tertinggi SKB tilok jateng.
segitu dulu ya, semoga bermanfaat.
kalau ada yang ditanyakan bisa ditulis di kolom komentar ya. ^_^
Salam Pengayom.

mantap betul
BalasHapusTerimakasih untuk motivasi cerita ini sukses dan lanjutkan.
BalasHapus